Posted by Shalha Nurul Afifah
Pernahkah Anda mengalami pilek menahun yang tak sembuh-sembuh? Atau merasa merasakan pilek sepanjang masa sampai Anda menganggap diri Anda manusia pilek? Separah itukah?
Gejala pilek atau flu seperti itu memang sedang banyak terjadi. Tapi kasus pilek yang tak kunjung sembuh mungkin tak terlalu banyak. Terhitung hanya 20% orang yang mengalami flu semacam ini. Beberapa orang menjulukinya 'flu abadi', karena flu semacam ini menghinggapi penderitanya dalam jangka waktu lama tanpa terputus, apalagi jika tidak berusaha diobati.
Apa itu Rhinitis Alergika?
Rinitis alergi disebut juga sebagai hay fever yang memiliki gejala seperti hidung gatal, bersin-bersin, hidung meler dan tersumbat atau pilek. Gejala rinitis alergi memang mirip dengan Flue atau common cold, yang membedakannya, rinitis alergi ini disebabkan oleh reaksi alergi sedangkan influenza ataupun common cold disebabkan oleh infeksi virus. Alergi pada rhinitis alergi dapat disebabkan oleh debu, bulu binatang, serbuk sari dan lain-lain atau bisa juga diperparah oleh cuaca yang dingin atau lingkungan dingin sehingga sering kali kita jumpai bersin-bersin pada pagi hari.
Jika anda mempunyai rhinitis alergika, biasanya anda mempunyai gejala selama beberapa tahun (kronik). Anda mungkin mempunyai gejala sepanjang tahun, atau hanya pada saat-saat tertentu saja. Dengan berjalannya waktu, alergen mungkin menjadi tidak begitu mempengaruhi anda, dan gejala-gejala anda mungkin menjadi tidak separah sebelumnya. Anda juga bisa mengalami komplikasi seperti sinusitis ataupun infeksi telinga.
Gejala-gejala paling sering dari rhinitis alergika adalah:
- Bersin berulangkali, terutama setelah bangun tidur pada pagi hari.
- Hidung meler dan postnasal drip. Cairan yang keluar dari hidung meler yang disebabkan alergi biasanya bening dan encer, tetapi dapat menjadi kental dan putih keruh atau kekuning-kuningan jika berkembang menjadi infeksi hidung atau infeksi sinus.
- Mata gatal, berair.
- Telinga, hidung, dan tenggorokan gatal.
Alergen apa yang paling sering menyebabkan rhinitis alergika?
Pohon, rumput, dan pollen adalah penyebab paling sering rhinitis alergika. Tungau debu rumah, bulu binatang, kecoak, dan mold juga dapat menyebabkan rhinitis alergika. Anda mungkin juga alergi terhadap sesuatu zat yang ada di lingkungan kerja seperti debu kayu, bahan-bahan kimia, dll.
Kalau anda alergi terhadap pollen, gejala anda mungkin hanya timbul beberapa kali dalam setahun. Jika anda alergi terhadap tungau debu rumah dan alergen indoor lainnya, anda mungkin akan mempunyai gejala yang timbul sepanjang tahun.
Faktor risiko rinitis alergi
Seseorang akan mudah atau mungkin lebih mudah mengalami rinitis alergi ketika :
- Memiliki riwayat alergi seperti asma atau gatal-gatal pada kulit.
- Riwayat keluarga dengan rinitis alergi atau asma dan alergi jenis lain.
- Tinggal di tempat yang sering terpapar alergen seperti bulu binatang.
- Komplikasi Rinitis Alergi
Masalah yang mungkin berhubungan dengan rinitis alergi atau hay fever meliputi:
- Berkurangnya kualitas hidup. Hay fever atau rinitis alergi dapat mengganggu kenikmatan kegiatan dan menyebabkan Anda menjadi kurang produktif. Bagi banyak orang, gejala rinitis alergi ini mengakibatkan absen dari pekerjaan atau sekolah.
- Kurang tidur. Rinitis alergi dapat membuat Anda tidak bisa tidur sehingga kurang istirahat.
- Memperberat asma. Jika Anda memiliki asma, rinitis alergi dapat memperburuk tanda-tanda dan gejala asma, seperti batuk dan mengi.
- Sinusitis. Tersumbatnya Sinus dalam jangka panjang karena rinitis alergi dapat meningkatkan kerentanan seseorang untuk terkena sinusitis – infeksi atau peradangan pada selaput yang melapisi sinus.
- Infeksi telinga. Pada anak-anak, rinitis alergi sering merupakan faktor penyebab terjadinya infeksi telinga bagian tengah (otitis media).
Pengobatan Rinitis Alergi
Cara mengobati pilek-bersin alergi (Rinitis Alergi) yang terbaik adalah dengan menghindari zat yang menyebabkan Rinitis Alergi. Jadi harus diketahui dulu hal-hal apa saja yang membuat pilek alergi anda muncul untuk bisa menghindarinya karena setiap orang bisa berbeda.
Jika Rinitis Alergi tidak terlalu parah, obat-obat anti alergi yang dijual bebas mungkin cukup untuk meringankan gejala-gejala yang muncul. Untuk gejala yang lebih mengganggu, Anda mungkin perlu obat dari resep dokter.
Jika mengalami rinitis alergi, konsultasikan dengan dokter tentang perawatan yang terbaik. Karena obat-obatan yang diberikan kepada orang dewasa dan anak-anak itu memiliki dosis berbeda. Obat-obatan yang biasanya digunakan untuk mengatasi pilek, bersin-bersin alergi (rinitis alergi) antara lain:
- Nasal kortikosteroid. Obat semprot hidung yang mengandung konrikosteroid untuk mencegah dan mengobati peradangan hidung, hidung gatal dan pilek yang disebabkan oleh alergi.
- Antihistamin. Biasanya berbentuk pil (contohnya CTM, loratadin, difenhidramin, cetirizin, dsb). Berfungsi meringankan hidung gatal, bersin-bersin dan pilek.
- Dekongestan. Ada sedian tablet, sirup, dan juga semprot hidung berfungsi untuk melegakan hidup tersumbat. Tapi, hati-hati dapat menyebabkan peningkaan tekanan darah (terutama yang sediaan minum).
Secara umum itulah obat-obat yang sering digunakan untuk menangani rinitis alergi walapun masih ada jenis obat yang lain seperti Cromolyn natrium, Leukotriene modifier, Nasal ipratropium, dll.
Dari beberapa sumber, diantaranya:
http://mediskus.com/penyakit/rinitis-alergi-pilek-bersin-alergi.html
http://suryo-wibowo.blogspot.com/2006/05/rhinitis-alergika.html
ADS HERE !!!